18.26 Wib

Aku rasa taat pada aturan untuk melihat hape 1 kali 5 jam membuatku berfikir jauh lebih keras dan negatif. Toh, sesekalinya aku online tak ada orang yang bisa ku ajak bicara, meski pesanku masuk orang2 tetap akan sibuk dengan dunia mereka.

Aku benci situasi seperti ini..

Sendiri, kapanpun dimanapun.

Tak ada yang merasa perlu mengajakku bercerita. Setelah sepanjang hari aku melalii hari hari yang sepi dan tak berteman

Begin again

Perasaan itu..

Pemikiran negatif itu..

Membanding bandingkan diri

Semuanya mulai datang lagi..

Aku selalu ingin membuang semuanya jauh jauh

Tapi terkadang, keadaan kerap kali memaksaku mulai memikirkannya lagi..

Aku tidak suka

Angka angka

Rasanya, hanya manusia satu-satunya makhluk yang begitu peduli dengan deret-deret angka. Barangkali, karena ini pula tak jarang Allah berbicara kepada kita dengan pendekatan angka-angka;

Kata Allah, “perumpamaan orang yang berinfak di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh buah tangkai, pada tiap-tiap tangkai terdapat seratus biji lainnya. Bahkan Allah melipatgandakan lebih banyak dari itu bagi yang Ia kehendaki. Dan Allah maha luas karunia-Nya lagi maha mengetahui.”

Rasul juga demikian, di beberapa kesempatan berbicara kepada kita dengan pendekatan yang serupa. Mungkin karena kita suka perhitungan, maka Rasul berkomunikasi dengan kita lewat hitung-hitungan, “barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya 10 kebaikan. Saya tidak katakan الم sebagai satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf…”

Kadang kita dimotivasi oleh angka, kadang angka juga yang mematahkan kita, kita mengejar angka, lalu kecewa gegara angka. Mungkin sebabnya karena kita yang ‘mendewakan’ angka dan meletakkannya terlalu tinggi. Mungkin~

Allah memberikan tamsil berupa pohon dengan tujuh tangkai dan ratusan biji demi menyampaikan pesan, bahwa ada banyak kebaikan di balik derma untuk kebaikan. Satu kebaikan akan dipertemukan dengan kebaikan-kebaikan lainnya.

Rasul juga demikian, isi pesannya adalah penjelasan tentang keutamaan Al-Quran; ia kitab yang berisi kebaikan yang bahkan dengan membacanya saja kita mendapat banyak kebaikan, di dunia pun di akhirat kelak.

Angka-angka ini bukan sebatas angka, ia adalah pesan-pesan kebaikan yang dikirim kepada kita, supaya kita pahami esensinya, bukan hanya berhenti di hitung-hitungan semata. Bagaimanapun, pada saatnya nanti, Ia yang akan membuat perhitungan dengan kita, bukan sebaliknya. Bagaimanapun, ikhlaslah yang menjadi ruhnya amal, bukan yang lainnya.

Mari kita kembali mengevaluasi setiap angka-angka yang kita kejar; pada angka nilai ujian yang kita dapat, berapa banyak ilmu yang benar-benar kita pahami, berapa persen yang sudah diamalkan?

Pada angka nominal pemasukan yang kita cari siang dan malam; sudah berapa banyak syukur yang kita beri, berapa taat kita membersihkannya dengan infak, sedekah, dan juga zakat?

Pada angka umur hubungan dengan pasangan; sudah berapa banyak keberkahan yang tercipta? Tujuan pernikahan berburu keberkahan bukan? Bukankah dulu orang-orang mendoakan kalian agar senantiasa diliputi keberkahan di saat suka maupun duka? Jika keberkahan adalah bertambahnya kebaikan, sudah bertambah baikkah?

Dan pada akhirnya, angka hanyalah angka. Tidak lebih dan tidak kurang.

Lalu, di penghujung musim hujan ini, berat badanmu naik berapa kg? Ah apalah berat badan juga cuma angka, hikss…

Ayah

Besok kala aku pulang, ayah tak ada lagi dirumah ya ?

Katanya manusia dewasa itu sudah bebas menentukan pilihannya masing masing, lalu ayah memilih pergi dari pada menetap..

Aku butuh kakak..

Aku mau bercerita banyak, aku butuh nasehat dan masukan kakak untuk saat ini. Tapi kita mungkin sama sama sedang kecewa, sehingga tidak berniat untuk menghubungi satu sama lain.

Aku yang bicaranya berbelit belit kata kakak, mungkin dengan dian semua akan terasa lebih jelas..

Tak selalu itu salahmu

Dalam sekelumit kejadian, yang membuat kepalamu hampir saja terbentur dan meledak mencari pembenaran. Mencari pembenaran agar tak selalu menyalahkan diri, bahwa kadang tak selalu kamu harus mengutuk diri atas semua hal yang terjadi.

Pengen sibuk

Ingin banget jadi orang sibuk, biar ngga ada waktu untuk liatin hape terus, ngga ada waktu untuk bergalau ngga jelas terus, biar ngga ada waktu untuk bersenang senang, pengen sibuk banget biar ngga ada waktu kosong even cuma buat kesana kemari barang sebentar.

Ingin banget jadi orang sibuk, biar lepas dari semua bayangan bayangan yang ngga jelas ini, lepas dari pikiran pikiran negatif, biar ngga cuma rebahan doank, ngga cuma liatin hape mulu.

Yaa allah, pengen banget jadi orang sibuk

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai